Homeless World Cup adalah sebuah kejuaraan dunia sepakbola yg pesertanya adalah orang-orang yg terMajinalkan. Kejuaraan yg kali ini bertempat di Mexico City, Mexico ini diikuti oleh 54 negara yg terdiri atas Argentina, Brazil, Indonesia, Mexico dll. Turnamen sepakbola tahunan ini pertama kali diadakan pada tahun 2003 di Graz, Austria.
Organisasi Homeless World Cup mencatat bahwa 70% peserta yg tergabung dalam kejuaraan ini mengubah hidupnya dengan mengalahkan kecanduan, mencoba mencari pekerjaan, rumah, pendidikan, pelatihan dan memperbaiki hubungannya dengan masyarakat sekitar.
Tim Rumah Cemara adalah perwakilan Indonesia di ajang Homeless World Cup. Di awal keberangkatannya ke Mexico City. Tim Rumah Cemara hampir gagal berangkat dikarenakan tidak adanya biaya. Tapi tim rumah cemara ini akhirnya berangkat dengan dana yg dihimpun dari masyarakat.
Skuad yg berisi Doni, Temmy, Iqbal, Bongsu, Suherman, Irawan, Dudi, Anton, Mozes, Farid dan Arif ini mengawali perjuangan dengan mengalahkan Tim Seribu dewa, Yunani dengan Skor telak 9-3, kemudian mereka melanjutkan perjuangan mereka di Grup B dengan mengalahkan Skotlandia dengan skor tipis 6-5, di pertandingan selanjutnya Indonesia mengalami kekalahan melawan Peru dengan skor 3-6. Indonesia membalaskan kekalahan itu dengan menghempaskan dua perwakilan eropa Lithuania dan Bosnia dengan skor ketat 5-4. Tapi Indonesia juga harus mengalami hasil seri di dua pertandingan selanjutnya saat bersua Rumania (5-5) dan wakil Afrika, Namibia (6-6). Saat menghadapi tim kuat Bulgaria, Indonesia memenangi laga dengan skor 9-6. Saat menghadapi Republik Ceko di pertandingan terakhir grup B, Indonesia mengenakan Ban Hitam di lengan untuk mengenang seorang rekan mereka yg meninggal yaitu Eko Anggoro.
Di babak delapan besar, Indonesia kembali menghadapi Lithuania dan Indonesia kembali mengalahkan negara pecahan Yugoslavia itu, kali ini dengan skor 8-5. Indonesia harus berhadapan dengan tuan rumah Mexico. Indonesia dipaksa tunduk oleh tuan rumah dengan skor 9-6. Indonesia harus menghadapi Brazil di perebutan tempat ketiga dan dipaksa tunduk dengan skor 6-2.
Walaupun mereka hanya menduduki peringkat 4, tapi perjuangan Tim Rumah Cemara ini patut diancungi jempol. Karena di tengah keterbatasan biaya dan banyaknya pengucilan-pengucilan yg mereka terima, kaum yg termajinalkan ini berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang dunia.
![]() |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar